Karawang sudah lama dikenal sebagai Pusat Industri Indonesia. Lokasinya yang hanya sekitar satu jam dari Jakarta membuat wilayah ini menjadi pilihan utama bagi perusahaan besar untuk membangun pabrik dan pusat produksi.
- Lokasi Strategis, Akses Mudah ke Segalanya

Karawang terletak di jalur industri Jakarta–Cikampek–Cirebon, salah satu kawasan ekonomi paling ramai di Indonesia. Akses ke Tol Jakarta–Cikampek, Pelabuhan Patimban, dan Bandara Kertajati membuat distribusi barang lebih cepat dan efisien. Dapat dikatakan, Karawang menjadi jalan tengah utama antara Jakarta dan kota industri besar di Jawa Barat.
- Kawasan Industri Berkelas Dunia

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang, ada 11 kawasan industri aktif di wilayah ini, seperti KIIC, Surya Cipta, dan Indotaisei. Total luas lahan industri mencapai 13.718 hektare, atau hampir 8% dari luas wilayah Karawang. Setiap kawasan industri memiliki fasilitas lengkap, mulai dari pengolahan limbah modern, jaringan listrik mandiri, hingga sistem logistik yang efisien.
- Perkembangan Investasi di Karawang Tahun 2025

Investasi di Karawang terus berkembang dengan tren yang positif sejak tahun 2023. Tahun 2023 mencatatkan nilai investasi sebesar Rp. 45,8 triliun, lalu naik menjadi Rp. 68,5 triliun di tahun 2024. Masuk ke tahun 2025, investasi pada triwulan pertama (Januari–Maret) mencapai Rp. 15,3 triliun, dan terus bertambah hingga mencapai Rp. 30,24 triliun pada semester pertama (Januari–Juni). Sebagian besar dana investasi berasal dari penanaman modal asing (PMA), khususnya di bidang otomotif, elektronik, dan logistik. Meski nilai investasi yang masuk cukup besar, jumlah pekerja yang terbantu masih tergolong rendah, sekitar 12.200 orang sampai pertengahan 2025. Karawang tetap menjadi pusat industri yang strategis dan menduduki posisi Peringkat kedua tertinggi dalam realisasi investasi di Jawa Barat, hanya kalah dari Kabupaten Bekasi. Pemerintah setempat optimis bahwa total investasi tahun 2025 akan mencapai angka yang setara atau bahkan melebihi Rp. 68,5 triliun, seperti pada tahun 2024. Kebanyakan investasi berasal dari sektor otomotif, elektronik, dan logistik. Tak heran jika Karawang disebut sebagai Detroit-nya Indonesia.
- Tenaga Kerja dan Dampak Ekonomi

Ratusan ribu warga Karawang bekerja di pabrik-pabrik besar setiap tahunnya. Pada
2024 saja, investasi baru menyerap lebih dari 21 ribu tenaga kerja. Selain itu, sektor seperti Perdagangan, Transportasi, dan Perumahan juga mengalami pertumbuhan pesat. Karawang kini bukan hanya kota industri, tapi juga kota yang memberi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
- Menuju Industri Hijau

Menariknya, beberapa kawasan seperti KIIC dan Surya Cipta mulai menerapkan konsep Industri Hijau. Artinya, pabrik-pabrik di sana mulai menggunakan energi ramah lingkungan dan sistem pengelolaan air yang efisien.Langkah ini membuat Karawang tidak hanya jadi pusat industri terbesar, tetapi juga salah satu yang paling berkelanjutan di Indonesia.

Dengan lokasi strategis, infrastruktur lengkap, dan dukungan pemerintah yang kuat, Karawang telah menjadi pusat industri utama di Indonesia. Dari otomotif hingga teknologi hijau, Karawang menjadi contoh nyata bahwa pembangunan ekonomi bisa maju tanpa meninggalkan keberlanjutan.